Tojo Una-Una — Personel TNI bersama masyarakat baku bantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Cagar Alam Tanjung Api, Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Kebakaran tersebut diperkirakan menghanguskan sekitar 25 hektare lahan.

Sejumlah titik api di kawasan puncak masih belum berhasil dipadamkan karena medan yang sulit dan tiupan angin kencang.

Upaya pemadaman dilakukan personel Koramil 1307-05/Ratolindo bersama prajurit BKO Yonif TP 918/MM dan masyarakat setempat pada Sabtu (10/10/2026).

Upaya ini dilakukan untuk mencegah api semakin meluas, terlebih api dilaporkan semakin membesar dan mulai mendekati perkebunan warga.

Danramil 1307-05/Ratolindo, Kapten Cke Risman, mengatakan Cagar Alam Tanjung Api merupakan salah satu kekayaan alam Kabupaten Tojo Una-Una yang perlu diselamatkan dari ancaman kebakaran.

“Kawasan Cagar Alam Tanjung Api merupakan aset yang harus diselamatkan. Kawasan ini merupakan salah satu kekayaan alam yang berada di Kabupaten Tojo Una-Una. Cagar Alam Tanjung Api menyimpan kekayaan alam yang lengkap, termasuk satwa endemik yang masih terjaga kelestariannya. Karena itu, kami bersama tim merasa terpanggil untuk menyelamatkan kekayaan yang tersimpan di dalamnya,” kata Risman.

Berdasarkan laporan tertulis Risman, kebakaran pertama kali diketahui pada Selasa (6/10/2026), sekitar pukul 20.00 WITA.

Saat itu, Babinsa Desa Labuan menerima informasi dari seorang warga bernama Margawan terkait kebakaran di kawasan hutan Cagar Alam Tanjung Api.

Pemadaman Terkendala Medan Sulit

Upaya pemadaman mulai dilakukan pada Rabu (7/10/2026), dengan melibatkan personel TNI, prajurit Yonif TP 918/MM, BPBD Tojo Una-Una, petugas pemadam kebakaran, Polres Tojo Una-Una, pemerintah desa, dan masyarakat.

Pemadaman kemudian dilanjutkan pada Kamis (8/10/2026) karena masih terlihat sejumlah titik api.

Namun, pada Sabtu (10/10/2026), api dilaporkan semakin membesar dan mulai mendekati perkebunan warga.

Personel Koramil 1307-05/Ratolindo bersama prajurit Yonif TP 918/MM dan masyarakat kembali turun melakukan pemadaman mulai pukul 07.00 WITA.

Dalam upaya pemadaman tersebut, personel menghadapi medan yang sulit, ditambah akses jalan menuju sejumlah titik kebakaran yang terbatas. Tiupan angin kencang juga menjadi kendala dalam upaya mengendalikan api.

Untuk mencegah api semakin meluas, personel di lapangan melakukan penyekatan dan membuat pembatas agar api tidak merambat ke area lainnya.

Meski begitu, sejumlah titik api di kawasan puncak masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Berdasarkan laporan Danramil, kegiatan pemadaman pada Sabtu berakhir pukul 15.30 WITA. Namun, api masih menyala di sejumlah titik sehingga penanganan kebakaran belum sepenuhnya tuntas.

Libatkan TNI dan Masyarakat

Pemadaman kebakaran ini melibatkan empat personel Koramil, 15 personel Yonif TP 918/MM, dua anggota Bhabinkamtibmas, dua personel pemadam kebakaran pemerintah daerah, dua personel BPBD, serta lima warga setempat.

Informasi kejadian tersebut diperoleh media ini dari keterangan tertulis Danramil 1307-05/Ratolindo, Kapten Cke Risman, yang disampaikan melalui WhatsApp pada Sabtu (10/10/2026).

Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan satu unit mobil pemadam kebakaran milik pemerintah daerah dan 11 unit pompa punggung.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 25 hektare. Hingga laporan diterima, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka yang dilaporkan.